Senin, 22 Juli 2024

NGABEN PROSESI PULANG PADA ALAM KEABADIAN

Pemangku Pura Dalem Putra Desa Adat Tegenan,sekaligus pemangku Dukuh Dadia Pasek Gelgel Ibu Kanginan, Jero Mangku Ketut Kania (82), pada hari Kamis Umanis wuku Sinta,penanggal 13 sasih Kasa icaka 1946 tanggal 18 Juli 2024,menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 17.28 Wita di rumahnya. Saat kejadian sempat dibawa ke Puskesmas Rendang di Menanga,namun jiwanya tak tertolong. Memang dua bulan sebelumnya beliau sempat dirawat di rumah sakit Umum Klungkung karena radang persendian sehingga tidak bisa berjalan normal. Pembangkakan yang cukup serius di lutut didiagnosa peradangan akut,lambung serta syaraf sedikit bermasalah,sehingga tiap minggu menjalani pishio terafi. Kesehatannya berangsur membaik,bahkan kemarin sempat kerumah dalam melaksnakan piodalan di kemulan,ujar Made Kariana anak keduanya. Hal tersebut diperkuat oleh Mk.Manik, mengatakan bahwa dirinya sempat berbincang sekitar 1 jam sebelum melaksanakan upacara piodalan,dengan santai almarhum berbincang,bahkan beliau sempat meminta saya untuk ikut sembahyang di Pura Dalem dihari purnama ini dan ia minta supaya disediakan tempat duduk kursi karena belum bisa bersila dan hal itu saya sanggupi untuk mengantar sembahyang,namun nasib bercerita lain, yah mungkin sedemikian pengabdiannya di dunia ini,ujar Mk.Manik disela sela pengabenan kemarin.

Setelah 3 hari kematiannya,dilaksanakan upacara pengabenan,karena beliau adalah pemangku kahyangan tiga khususnya di Pura Dalem Putra sejak tahun 2018 silam. pelaksanaan upacara diambil madya hanya sampai tingkat pengabenan yang dipuput oleh Ida Pandita Mpu Dharma Yoga Semadi dari Gria Pucaksari Pesaban. Klian Banjar Adat Tegenan Kelod sekaligus klian Pura Dalem I Wayan Suiji mengkordinasikan kegiatan ini karena krama banjar adat Tegenan kelod mempunyai kewajiban terhadap upacara ini,sehingga sesuai ketentuan krama banjar aktif dikenakan iuran pengabenan sebesar Rp.150.000,- /KK ,sedangkan krama banjar penyada dikenakan urunan Rp.100.000,Desa Adat memberikan bantuan punia sebesar Rp.2.500.000,-. Dana tersebut digunakan untuk membeli banten Ngaskara,narpana,meras cucu,pengabenan dan penganyutan di gria Pucaksari Pesaban,banten piuning dan keperluan upakara yadnya dibuat oleh krama Banjar Adat Tegenan Kelod dan didukung oleh warga dadia ibu kanginan sebagai tuan rumah,sedangkan wadah dan penganyutan dibeli di Banjarangkan seharga Rp.6.000.000,-

Pada hari sabtu 20 Juli 2024 jam 07.00 krama Banjar Adat Tegenan Kaja bertugas Ngeruak dipimpin oleh klian I Km Jana,dan upacaranya oleh Jero Suryadarma dengan dimulai mepiuning dari margi catur,tulaktanggul,margi 3 dan tengah cetra dengan banten encetan beserta kelengkapannya serta rajapati,sedangkan kemarinnya dilaksanakan mepiuning di Kahyangan Tiga,Kahyangan Desa,Pura Swagina dan Pura Dadia beserta Ibu Kawitan. Juga dilaksanakan Nunas tirta kahyangan,tirta Dukuh dan Tirta Tunggang di Besakih.

Minggu Wage  wuku Landep,panglong 1(apisan)  sasih Kasa icaka 1946 tanggal 21 Juli 2024 mulai pagi pukul 7.30 dilaksanakan upacara Nangiang dan ngembak lawang dimulai dari Pura Dalem Putra dipimpin oleh Jero Dalang Sujata,lanjut ke Pura Prajapati dengan bakti dandanan sayut 5 pebangkit tos beserta kelengkapannya di pimpin Jero Surya Darma,dilanjutkan ke tengah setra,kemudian ke Margi tiga,juga dilaksanakan upacara ngening dengan nunas tirta di Uma Kolong sebagai simbul ngayehang sekah  dan lanjut ke Margi Catur ngungkab/ngembak lawang dengan bakti dandanan dan sayut pengembak lawang. Pada saat bersamaan juga dilaksanakan pemlaspasan wadah oleh Jero Dalang Sujata, selesai sekitar jam 10 pulang kerumah duka dipendak seperti biasa, Jemek sebagai simbul sanghyang atma,kemudian ditempatkan di Bale yadnya,banten Pengulap,Penuntun dan ganjaran. Baru kemudian dilaksana acara mersihin sawa dan ngereka yang dipinmpin oleh Jero W.Suparta,pelima Desa Adat Tegenan. Usai memandikan dan ngereka maka mayat dimasukan kepeti selanjutnya diadakan upacara Ngaskara,lanjut narpana dan pemerasan yang dipimpin oleh Ida pandita Mpu Dharma Yoga Semadi. Sekitar 2jam 15 menit upacara selesai kemudian wadah berangkat sekitar pukul 15.05 menit. sampai di setra upacara pengabenan sekitar 2 jam dan akhirnya pukul 17.15 dilaksanakan acara nganyut ke uma kolong dipimpin Jero Surya Dharma. terakhir sekitar pukul 18.18 dilaksanakan upacara mekala mijian dwngan banten pejati dan caru ekosato di rumah duka yang dipimpin Mk.Manik Puspa Yoga,dengan demikian selesailah paket acara pengabenan dan akan dilanjutkan dengan bakti penyapuh dipura pura tempat ngaturang piuning sebelum ngaben sebagai wujud syukur dan laporan bahwa upacara sudah berjalan lancar. Semoga dengan dilaksanakan pengabenan,beliau mendapat tempat dan amor ing acintya Pulang pada Alam Keabadian, sesuai dengan amal perbuatannya,terimakasih kepada krama sami ,khususnya pada ibu ibu Dharma Patni,Serati,Pecalang,Paiketan Pemangku,Jero Bendesa ,Jero Pelima dan jero Klian banjar Adat Tegenan kaler Kelod,yang telah mendukung yadnya tiyang niki,ujar I Wayan Sulaba Yasa,SP salah seorang ponakan almarhum(manixs).


Sosok almarhum Jero Mangku Ketut Kania di usia 82 tahun

Prosesi pengabenan Jero Mangku Kt.Kania,Minggu 21 juli 2024





Tidak ada komentar:

Posting Komentar