Mepenauran adalah sebuah acara persembahan atau pembayaran hutang melalui yadnya/banten orang yang sudah meninggal atau sudah menjadi Dewa Hyang pada pura tertentu disebabkan kena hukuman oleh para dewa yang berwenang,karena semasa hidupnya melakukan kesalahan sehingga dihukum atau dipasung pada tempat tertentu. Untuk melepaskan hukuman itu perlu diadakan penauran/pembayaran yang dilakukan oleh pertisentananya ,sehingga roh leluhur itu terbebas dari hukuman. Sehubungan dengan hal tersebut Klian Dadia Pasek Gelgel Ibu Kanginan Jero Ketut Wana Yasa mengatakan,bahwa anggota dadia ibu banyak mendapat petunjuk ketika menunasan bahwa leluhur leluhur dadia ibu ada yang meayaban kena hukuman metegul meblagbag di Dalem Puri,namun tidak mendapat penanganan oleh keluarga yang bersangkutan dan karena beliau sudah melinggih di dadia,maka mau tak mau menjadi kewajiban bersama,dengan harapan dengan dilaksanakannya upacara ini kepanesan leluhur dapat dikurangi maka kerahayuan dadia semakin meningkat.Beryadnya kepada leluhur adalah karma mulia dan mereka yang tidak melakukan yadnya sebagai kewajiban kepada leluhurnya,maka leluhur tidak akan menganugrahkan kemakmuran dan kerahayuan. Untuk itu yadnya ini sangat penting dilakukan. Dan hari ini Buda Manis Prangbakat,29 Mei 2024 jam 10.00 kita lakukan penauran itu disini di Dalem Puri dengan banten bebangkit, caru manca sato dipuput oleh Ida pandita Mpu Dharma Yoga Semadi gria Pucaksari,Pesaban,sedangkan di Prajapati dan Tegal Penangsaran baktinya dandanan sayut 7 meguling bebek. Usai ngaturang bakti dilaksanakan persembahyangan.Ketika Ida Hyang Murwa daksina terjadi jeritan dari Mk.Warsi yang dari ibu sudah kelinggihan,sedangkan yang dirasuki oleh Dewa Hyang yang dibayari /ketaurin hari ini adalah Ni Made Pandi sambil menangis yang mengatakan bahwa dirinya sangat sakit dan menderita di-blagbag di pura ini karena semasa hidupnya pernah melakukan kesalahan,bersyukur bahwa hari ini dibayar utangnya dan atas pembayaran ini, beliau merasa priutangan dengan pertisentana semua keluarga dadia ibu, karena sudah naurin utangnya. Usai murwa daksina di Jeroan dilanjutkan di Prajapati,di pohon beringin Made Pandi lebih histeris menangis karena ditempat inilah beliau di-blagbag dan meminta tolong untuk dilepaskan. Sedangkan Mk.Warsi dengan menunjuk nunjuk serati bibi Tresna agar ngayah dengan baik,Tresna mengatakan bahwa dirinya sudah ngayah dengan iklas dan baik baik bahkan sejak ngenteg linggihpun ia dengan iklas melakukannya. Acara selanjutnya dilakukan di Tegal penangsaran dan kembali ke pura sekitar jam 13.00 dipendak di pemedal pura,kemudian murwa daksina di paruman dan melinggih(manixs).
Sabtu, 01 Juni 2024
MEPENAURAN DI DALEM PURI
Hari Rabu Umanis Prangbakat,29 Mei 2024. Acara hari ini adalah Pitra Rnam dengan mengadakan penauran di Pura Dalem Puri Besakih,sekitar pukul 08.30 muspa ngaturang petangi di ibu Kawitan dan Hyang Dewa akan diiring ke Dalem Puri,sekitar jam 10 mulai melaksanakan penauran dengan bakti bebangkit caru manca sato dipuput oleh Ida Pandita Mpu Dharma Yoga Semadi dengan prosesi seperti biasa diakhiri dengan ngentas sayut pepegat,setelah meguru piduka,lalu sembahyang kemudian murwa daksinaa,mepamit dan nangkil di Prajapati Dalem Puri,setelah itu lanjut di Tegal Penangsaran ngaturang bakti dan setelah selesai mepamit mantuk ke Dadia,lalu dipendak dengan meobor obor di jaba lanjut melinggih. katuran rayunan,pangan kinum,muspa hingga selesai. Sore hari sekitar jam 18.00 katuran penganyar hingga selesai.
Saat mepenauran di Dalem Puri
Koordinator seke gong remaja (I Wayan Rama)ngayah bleganjur
Ni Made Pandi saat kelinggihan
Mk.Warsi kelinggihan saat membrefing klian dadia dan serati
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.jpeg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar