Kata Piodalan berasal dari kata odal ber-sumber dari kata medal yang artinya keluar atau lahir,sehingga piodalan juga mengandung makna upacara peringatan kelahiran sebuah pura,sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa khususnya kepada Bhetara Bhetari atau Dewa Dewi yang distanakan pada Pura tersebut. Sehubungan dengan hal itu, piodalan di Pura Dadia Pasek Gelgel Ibu Kanginan tahun 2024 ini ,memiliki makna ritual Dewa Rnam yang khusus karena dirangkai dengan pelaksanaan pitra rnam yang scedule tahapan pelaksanaannya sebagai berikut :
1.Hari Selasa,Anggara Kasih Tambir,Purnama Jiesta,23 April 2023 ,Klian Dadia menye-lenggarakan paruman dadia,pembahasannya merencanakan upacara piodalan dan upacara Pitra Rnam,rapat berlangsung lancar sesuai rencana.
2.Hari Senin,29 April 2024,Soma Umanis Jiesta, Pemangku Pura menghubungi sulinggih untuk memastikan jadwal dan waktu pelaksanaan upacara agar terjadwal oleh pihak sulinggih, sehingga upacara diharapkan terlaksana sesuai rencana.
3.Hari Minggu Umanis Menail,19 Mei 2024 jam 07.00 Wita krama dadia lanang tedun mereresik dan mempersiapan upakara untuk nyanggra piodalan,sekaligus rapat mengintensifkan persiapan piodalan.
4.Buda Wage Menail,22 Mei 2024 bertepatan dengan Purnama Sadha dilaksanakan upacara rutin murnama dibarengi dengan upacara ngendek Ida Bhetara akan dilangsungkannya piodalan,Ngendek itu maknanya menyampaikan tujuan agar pelaksanaan upacara piodalan yang sudah ditentukan dapat berjalan lancar karena perkenaan Beliau.
5.Wraspati Klion Menail,23 Mei 2024 adalah hari dimulainya membuat bahan upakara banten seperti membuat suci dan bebangkit. Pagi Pemangku sudah ngaturang banten pejati sambil mereresik mesayut,mohon ijin karena akan dimulainya membuat sarana upacara. Krama yang hadir adalah kelompok prejuru dan pemangku serta saye ,krama yang iklas ngayah dan pengayah kalau ada. Untuk kelompok kerja banten dibuat di rumah oleh 24 orang krama jangkep,9 krama lingsir,6 saye,1 belawa. Mereka mendapat tugas sesuai dengan job masing masing,harapannya agar yadnya lebih simpel,tidak fokus pada yadnya,tetapi konsepnya adalah "bekerja sambil meyadnya".namun kalau ada kurang dan lebihnya pembagian tugas itu,jangan diomongkan dengan orang yang tidak membagikan,omongkanlah dengan kami prejuru yang membagikan,agar tidak timbul kata patutne..dan berpotensi menimbulkan kehiruk-pikukan dikalangan nyama.
6 Tanggal 24 Mei 2024 hari Sukra Umanis Menail,acaranya masih melengkapi pembuatan sesajen atau disebut menben/,melengkapi sarana upakara.
7.Saniscara Paing Menail,25 Mei 2024 adalah melaksanakan upacara mepiuning atau laporan kepada Pura Pura terkait sekaligus pada Pura yang ada ikatannya nunas tirta kekuluh sebagai tirta pesaksi yadnya seperti Pura Lempuyang Madya sebagai pura Kawitan,yang sebelumnya mepiuning juga di Pr Telaga Mas dan Telaga Sawang,Lanjut ke Silayukti,Munduk Dawa,Pegatepan Dadia Agung,Dasar bhuana dan Dalem Digde. Disamping nunas tirta pada Pura Pura tertentu juga sekalian Ngendek Pemangku,juga sulinggih yang akan dilaksanakan upacara Nilapati pada tanggal 30 berikutnya.Tujuannya adalah untuk memeperlancar acara kalau sudah diagendakan dengan baik.
8.Redite Pon Prangbakat,26 Mei 2024,adalah kegiatan phisik yakni memasang busana dan penjor oleh krama dadia lanang tentu upacaranya diawali dengan persembahyangan dan mesayut,karena akan naik ke pelinggih pelinggih agar tidak jentula/tulah.Alat-alat pendukung upacara juga dipersiapkan sebaik baiknya termasuk pencucian sarana upakara seperti bokor,sangku dll.
9.Soma Wage Prangbakat,27 Mei 2024 kegiatannya adalah menben bakti sekaligus maturan pejati dan nunas tirta pemegat prani di Dukuh untuk pembersihan binatang babi ayam,bebek yang akan dipotong untuk upacara yadnya,sebagai penyupatan. Hari ini ngias pengadeg,mebat jam 13.00 dan setelahnya saye membawa pengolem kepada pemuput yadnya tri manggalaning yadnya Sulinggih dan Pemangku ,Serati serta Klian,juga tetanguran gong dan tambur.
10.Anggara Kasih prangbakat,28 Mei 2024 sebagai acara puncak dari jam 06.00 sudah dimulai mesesapuh dengan caru eko sato abrumbunan untuk membersihkan secara niskala area pura dan prelingga Ida Bhetara hingga Hyang Nama,barulah kemudian ngerangsukang Ida Bhetara ke masing masing tapakan pengadeg di masing masing pelinggih lanjut ngemargiang guru piduka di betara Ibu Kawitan karena tertundanya penauran di Dalem Puri,kemudian sekitar jam 08.00 nedunang Ida Bhetara akan melaksanakan upacara pemelastian ngamet tirta kamandalu dan tirta amerta untuk dianugrahkan kepada penyungsung dan pemedeknya. Prosesi melasti diawali dengan nunas lugra nedunang Ida bhetara lanjut memargi diawali dengan tirta pelukatan,sukarura,tambur,perlengkapan upacara taah pengawin,tombak lelontek,pancapala canangsari,penuntun pengulap pengambyan,Betara Dukuh barulah komplek Betara Kawitan, Betara Ibu Kawitan,komplek Hyang Dewa,Hyang Nama,baru bleganjur dan terakhir iring iringan pengiring. Sesampai di tempat pemlastian dilaksanakan upacara pemendak tirta,mereresik,pecaruan penyapuh,pesucian,ngaturin Ida Bhetara ayaban bakti,Ngayab,muspa,murwa daksina lanjut mewali ke pura. Sampai di Pura kependak di bencingah,Ida Bhetara ngerangsuk busana, kejeroan murwa daksina sebagai simbolis Ida Bhetara tedun dan melinggih di Samuan dan Ibu Kawitan beserta para hyang melinggih di Paruman. Selanjutnya mesanekan katuran rayunan,pangan kinum di Samuan dan Paruman, juga di Hyang Nama. Istirahat sebentar selanjutnya acara puncak berupa Piodalan sekitar jam 10.00.wita yang dipuput oleh Ida Pandita Mpu Dharma Yoga Semadi. Setelah mulai mepuja dengan mereresik,ngaturang caru,ngaturang ayaban bebangkit beserta dandanan sayut pitu,sayut 5,dan pejati beserta sayut sayut dilengkapi dengan ilen ilen rejang dan pendetan.kalau ada rejang dewa dan baris gede,baru dilanjutkan dengan persembahyangan bersama dengan ngaturang sayut guru piduka. Rangkaian acara puncak Dewa rnam sudah selesai dan sorenya sekitar jam 18.00 dilaksanakan pekenak dan pepintonan serta naur punagi.
11.Hari Rabu Umanis Prangbakat,29 Mei 2024. Acara hari ini adalah Pitra Rnam dengan mengadakan penauran di Pura Dalem Puri Besakih,sekitar pukul 08.30 muspa ngaturang petangi di ibu Kawitan dan Hyang Dewa akan diiring ke Dalem Puri,sekitar jam 10 mulai melaksanakan penauran dengan bakti bebangkit caru manca sato dipuput oleh Ida Pandita Mpu Dharma Yoga Semadi dengan prosesi seperti biasa diakhiri dengan ngentas sayut pepegat,setelah meguru piduka,lalu sembahyang kemudian murwa daksinaa,mepamit dan nangkil di Prajapati Dalem Puri,setelah itu lanjut di Tegal Penangsaran ngaturang bakti dan setelah selesai mepamit mantuk ke Dadia,lalu dipendak dengan meobor obor di jaba lanjut melinggih. katuran rayunan,pangan kinum,muspa hingga selesai. Sore hari sekitar jam 18.00 katuran penganyar hingga selesai.
12.Kamis Pahing Prangbakat,30 Mei 2024.hari ini adalah acara Pitra Rnam ke dua yakni upacara nilapati,seperti apa yang diwejangkan oleh Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya jyoti, bahwa Nilapati berasal dari aksara Nila yang artinya kosong dan pati maknanya Raja,mulia nan agung,dengan demikian upacara nilapati adalah upacara penyucian roh menuju tempat sunia yang maha mulia nan agung,tujuannya untuk mencapai moksartam jagatitha ya ca iti dharma,menyatunya atman dengan paramaatman. Upacara ini biasanya dilaksanakan setelah upacara meajar ajar,lalu tangkil ke kawitan masing masing dan akhirnya daksina lingga sebagai pengawak roh diprelina dan abunya dimasukan ke bungkak gading dan dipendem dibelakang pelinggih stana beliau dan bisa juga beliau distanakan di bhetara guru rong tengah. Dewa Pitara konsepnya menuju kosong atau 0(nol) sebagai prelambang sunia,dilinggihkan ditengah karena rong tengah mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dari dua rong disebelahnya agar Hyang Pitara menyatu dengan Siwa/Brahman sehingga Hyang Pitara kemudian bergelar Betara Hyang Guru,oleh karena itu beliau tidak bisa atau tidak boleh lagi dipanggil namanya seperti semasih hidup,karena beliau sudah menyatu dengan Brahman.. Dalam lontar Tattwajnana disebutkan bhatara Guru tunggal dengan Sanghyang Siwa dan beliau adalah Brahman,karena manunggalnya Atman dengan Brahman ,sebagai tujuan akhir umat Hindu,yang tujuannya tidak hanya masuk surga tetapi yang lebih penting adalah moksa atau menyatu dengan Sanghyang Tunggal,karena pelaksanaannya sudah lewat dari meajar ajar dan sudah melinggih di pelinggih Hyang Nama,maka prosesinya cukup ngadegang 2 pasang tapakan beserta dampingannya dan tidak menulis nama masing masing yang di abenkan dahulu dan tidak membuat daksina lingga cukup nangkilang saja di pura kawitan masing masing . Selanjutnya pelaksanaan upacara hari ini mulai dilaksanakan pagi jam 05.00 sudah selesai persiapan penuur,muspa kemudian dengan sarana sayut penuntun,pengulap pengambe lengkap dengan sukarura Ida Bhetara Kawitan ,Hyang Kewalunan,Kerihinan,Hyang Kompyang/Dewa Hyang,Betara Guru Hyang Nama dan Hyang Nama purusa predana (apasang) beserta dedampingannya, memargi keiring oleh pertisentana prenamia menuju Pura Lempuyang Madya sebagai stana Ida Bhetara Kawitan Hyang Gni Jaya. Untuk dipenataran Lempuyang mengadakan piuning apejatian dilaksanakan oleh petugas saye, sedangkan Bhetara Kawitan dan Dewa Hyang langsung menuju Telaga Mas muspa,lanjut ke Telaga Sawang dan terakhir di linggih Ida Bhetara Kawitan di Lempuyang Madya. Sekitar jam 11.00 mepamit dari Lempuyang menuju Padangbai langsung ke linggih Mpu Kuturan,sedangkan piuning dilaksanakan di Segara,Pasraman,Payogan dan Enjungsari oleh petugas yang ditunjuk. Sekitar jam 13.00 sampai di Mundukdawa tangkil di parhyangan Mpu Gana dan Panca Rsi,Sekitar jam 13.00 meluncur menuju Dadia Agung Pegatepan,Lanjut ke Dasar Bhuana dan terakhir di pura Dalem Bugbugan atau Dalem Digde sebagai Dalemnya leluhur kita zaman dahulu semasih di Gelgel. Diperkirakan jam 17.00 selesai di Klungkung,balik meluncur pulang,sekitar jam 18.00 Wita dipoerkirakan sampai di Ibu,dipemedal jaba disambut dengan segeh agung,sayut telu,mebuhubuhu,nasi kambangan,lanjut murwa daksina di linggih masing masing,selanjutnya setelah melinggih katuran bakti soda rayunan di Pesamuan,paruman dan pelinggih Hyang Nama,sekalugus ngaturang upacara Penganyar,dengan rejang dan pependetan,sembahyang,maka acara hari ini selesai.
13.Sukra Pon Gumbreg,31 Mei 2024,Hari ini adalah upacara penyineban dimulai jam 06.00 ngaturin Ida Bhetara jagi mesineb,kemudian nedunang Ida Bhetara terus katuran mesineb di Jaba,tempat pemendakan saat rauh dari melasti dengan aturan dandanan sayut 5 beserta kelengkapannya,usai persembahyangan lalu Ida Bhetara kairing kejeroan mepresawya mengelilingi pelinggih sami sebanyak 3 kali sebagai simbolis mantuk ke kahyangan dan terakhir kembali ke surya dengan bakti ngeluur usai sembahyang prelinggan tapakan ida bhetara kembali ke pelinggih masing-masing,dengan menghadapkan prelinggan ida kedalam,baru kemudian di lebar,artinya rangkaian upacara piodalan sebagai wujud melaksanakan Dewa Rnam dan Pitra Rnam keluarga besar Dadia Ibu Kanginan.
14. Senin Umanis Bala,03 Juni 2024 sekitar jam 15.00 semua keluarga dadia melaksanakan upacara ngetelunin dengan upacara dandanan sayut 5,pengulap pengambian dan penyegjeg serta kelengkapan lainnya dengan tujuan ngaturang suksma karena rangkaian upacara sudah selesai,mensinkronisasi bhuana alit dan bhuana agung,termasuk penyucian Sanghyang Janggama dan Sanghyang Stawana.
Kesimpulannya bahwa yadnya adalah korban suci yang tulus iklas baik kepada Dewa Dewi,Para Bhuta Kala sebagai pembayaran Dewa Rna,Kepada leluhur sebagai wujud pembayaran Pitra Rnam dan kepada para pinandita dan Pandita sebagai wujud pembayaran Rsi Yadnya,karena dari unsur itulah kita bisa hidup dan melaksanakan kehidupan sebagaimana mestinya. Untuk itu pada kesempatan ini saya mohon maaf karena keterbatasan pengetahuan kami,banyak hal yang masih kurang,namun itulah upaya maksimal kami,kalau ada semeton mempunyai pengetahuan lebih,maka saran sangat diharapkan demi kebaikan kita bersama,ini adalah milik dan tugas kita bersama. Terpenting keiklasan dan ketulusan,doa terbaik adalah diam,dengan diam akan menuju sunia atau kosong,karena kosonglah yang bisa berisi. Demikian dapat disampaikan,semoga adaa manfaatnya,terimakasih (manixs)
Acara saat meajar ajar atau nunas di gua lawah
Ngelinggihang Hyang Nama