Selasa, 30 September 2025

Rapat Rutin Dadia Pasek Gelgel Ibu Kanginan Diselenggarakan Usai Kegiatan Naurin Hyang Nama

Tegenan, 30 September 2025 — Keluarga besar Dadia Pasek Gelgel Ibu Kanginan kembali melaksanakan rapat rutin , yang dilaksanakan pada hari Selasa (Anggara Kasih Kulantir) kemarin, bertempat di balai dadia setempat. Uniknya, sebelum rapat digelar, terlebih dahulu dilaksanakan kegiatan naurin Hyang Nama, yang merupakan bagian dari upacara penyucian roh leluhur oleh salah satu keluarga dadia yaitu I Komang Sudani dan keluarganya.

Acara naurin Hyang Nama ini berlangsung sejak pagi hari dan merupakan lanjutan dari prosesi ritual yang telah diawali tiga hari sebelumnya dengan matur piuning ke sejumlah pura, antara lain: Pura Kahyangan Desa, Pura Dadia, dan Bhetara Guru. Hari puncaknya pada Anggara Kasih diisi dengan upacara nangyang Hyang Nama, dilanjutkan dengan mepanauran di lokasi tempat almarhum meninggal dunia.

Diketahui, semasa hidupnya, almarhum mengalami gangguan kejiwaan, dan meninggal dunia dengan ulah pati (kematian disengaja) karena menceburkan diri. Secara kepercayaan, arwah yang mengalami ulah pati diyakini tidak langsung mendapatkan tempat yang baik di alam roh, sehingga perlu dilakukan penebusan karma melalui upacara khusus.

Lokasi pelaksanaan upacara penebusan ini dilakukan di dua titik penting:

  • Grubug: tempat jatuhnya almarhum
  • Titi Gonggang: tempat simbolis di mana arwah menerima hukuman

Upacara tersebut disertai dengan persembahan banten dandanan, sayut guru piduka, bendu piduka, giri pati, serta caru ayam brumbun yang dilengkapi sayut pemegat. Prosesi sakral ini dipuput oleh Mangku Manik Puspayoga selaku pemangku pura dadia dan Jero Mangku Pura Titi Gonggang Besakih.acara akan berakhir tiga hari lagi dengan upacara yasa kerti (ngeyasaang) setiap hari jam 18.00 selama 3 hari sesuai petunjuk niskala Ida Bhetara kawitan.

Rapat Rutin Bahas Tertib Administrasi dan Keuangan

Sore harinya, kegiatan dilanjutkan dengan rapat rutin dadia usai bersih bersih dilingkungan pura, yang dipimpin oleh I Ketut Wana Yasa, selaku Klian Dadia sekaligus Bendesa Adat Tenganan. Dalam arahannya, beliau mengajak seluruh krama dadia untuk terus menjaga disiplin dan tertib dalam melaksanakan aturan, khususnya terkait sistem simpan pinjam keuangan dadia, yang ke depannya akan diatur melalui perarem (aturan adat tertulis). Masalah keuangan ini akan bisa berdampak positip mensejahtrakan anggota kalau dilaksanakan secara konsekwen tertib dan terukur,tetapi sebaliknya akan membuat kehancuran apabila kita tidak hati hati dalam pengelolaan dan penggunaan uang pinjaman tersebut apalagi ini sebagai pelaba duen Ida Bhetara Kawitan,mohon kepada warga tertib pelaksnaannya.

Sementara itu, Mangku Manik turut menyampaikan beberapa hal penting dalam rapat tersebut, antara lain:

  • Ketidakseimbangan antara banten mesegehan tiap Kajeng Kliwon yang menggunakan segehan mancapala (segeh agung), namun aturan keluurnya (upakara ke dewa) hanya berupa canang. Hal ini diminta untuk segera disesuaikan secara adat dan etika persembahan.
  • Pendataan Ayahan Tanah (tanah milik yang wajib sebagai ayahan di dadia) yang perlu diinventarisasi dengan baik untuk mencegah kelalaian atau kekeliruan ke depannya.
  • Terkait sistem simpan pinjam, beliau mengingatkan agar seluruh warga bijak dalam menggunakan uang:

“Uang itu ibarat api. Kalau kecil dan bisa kita kendalikan, ia bisa membantu kita memasak. Tapi kalau tidak bisa dikendalikan, ibarat api besar yang bisa membakar diri kita sendiri,” ujar Mangku Manik bijak.

Rapat berakhir menjelang malam hari dengan komitmen bersama untuk menjaga kekompakan, keterbukaan, dan keharmonisan antar warga dadia dalam menjalankan kewajiban adat dan sosial (manixs).

 

Naurin Hyang Nama 

Rapat Rutin Anggarakasih Kulantir,30 Septemebr 2025

Suasana rapat rutin





Kamis, 24 Juli 2025

PEMLASPASAN CANDI DAN PELINGGIH DI DADIA PS.GELGEL IBU KANGINAN BERLANGSUNG HIDMAT

Tegenan, 22 Juli 2025 – Upacara Mlaspas Candi Bentar, pelinggih Anglurah, serta dua Apit Lawang telah dilaksanakan dengan khidmat di Dadia Pasek Gelgel Ibu Kanginan, Desa Adat Tegenan,Kecamatan Rendang,Kabupaten Karangasem pada hari  Anggara Kasih Prangbakat . Rangkaian upacara suci ini dipimpin oleh Jero Mangku Jan Bangul Pura Dadia Ibu Kanginan Jero Mk. Manik Puspa Yoga.

Klian Dadia Pura Dadia Ibu Kanginan,  Jero Ketut Wana Yasa, yang juga menjabat sebagai  Bendesa Desa Adat Tegenan, menyampaikan rasa syukurnya ke hadapan  Ida Sang Hyang Widhi Wasa  dan  Bhatara Kawitan  atas kelancaran proses pembangunan yang dimulai pada bulan Mei lalu. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh krama Dadia  atas kerja sama dan semangat gotong royongnya  dalam menyukseskan pembangunan ini.

Khusus kepada para puniawan yang dengan tulus ikhlas telah memberikan dana punia, kami sampaikan terima kasih dan penghargaan yang setulusnya,ujar Jero Ketut Wana dalam perbincangannya dengan krama sebelum acara mlaspas.

Menurut  Guru Mangku Lanus , selaku sekretaris Dadia yang didampingi oleh  I Made Juliarta  (bendahara), total biaya pembangunan termasuk pembelian patung pengapit candi dan kabel-kebel listrik mencapai keseluruhan Rp 176,536 juta belum termasuk pembelian bunga dan tenaga swadaya gotong royong krama. Pembangunan meliputi Candi bentar beserta tembok sekitar panjang 22 meter, Dua pelinggih Apit Lawang,Satu pelinggih Anglurah,Renovasi undag samuan dengan relief ukiran naga, dua buah patung di candi bentar.

Sumber dana berasal dari urunan krama Dadia, iuran/urunan wajib tanah duwe dadia, serta  punia  dari berbagai pihak yang secara global  rinciannyasebagai berikut:

1. Punia tunai dari Koperasi  Rp 8.000.000 untuk pembuatan  Naga Undag Samuan

2. Punia uang dari Mk. Manik  Rp 8.000.000 untuk pembelian pelinggih Apit Lawang tengen

3. Punia Mk. Lanus Rp 8.000.000 untuk pelinggih ratu Gde Anglurah

4. Punia uang dari I Ketut SelerAriawan: Rp 2.000.000

5. Punia I Ketut Bayu Pujana  Rp 1.000.000

dari punia tersebut dan yang Lainnya, total punia uang: Rp 33.050.000

Disamping punia uang ada punia Ongkos transportasi dari,Mk. Sulaba: Rp 500.000 angkut material bekas 2 dum truk ke arca,I Wayan Puspa Yoga: Rp 300.000 transport beli patung ke Sakah Gianyar,I Made Bakat Rp 200.000 angkut sampah 2 kali. ujar Mangku Lanus.

Akhirnya rangkaian pembangunan dan upacara ini diakhiri dengan persembahyangan bersama sebagai bentuk rasa bhakti dan syukur atas terselenggaranya seluruh proses pembangunan secara lancar dan penuh makna spiritual.(manixs)

Rapat perencanaan pembangunan
Pembongkaran bangunan


Acara Mulang Dasar










Senin, 12 Mei 2025

PURNAMA JIYESTA MULANG DASAR CANDI DAN APIT LAWANG

Dadia Pasek Gelgel Ibu Kanginan salah satu dadia di Desa Adat Tegenan yang memiliki tanah due ayahan dadia yang dulunya berjumlah 19 ayahan sejak 1958 berubah menjadi 16 ayahan karena dibawa sebagai pengempon  Dukuh delodan sebanyak tiga ayahan,walaupun demikian secara estafet kepemimpinan yang berkesinambungan mampu mewujudkan kaderisasi generasi dan peremajaan pembangunan.

Seperti pada tahun ini (2025), peremajaan pembangunan dilakukan pada pembangunan Candi,tembok, paduraksa,apit lawang dan pembangunan apit surang yang dikembalikan pada posisi awal,karena terakhir hanya ada luanan kecil dekat pelinggih Dewa Hyang,sehingga dalam peremajaan pembangunan kali ini dikembalikan pada tatanan awal yang dibangun oleh para leluhur. Motif pembangunan mengambil motif majapahitan menyesuaikan dengan tembok dan candi batu bata yang sudah terbangun sebelumnya,bedanya material yang digunakan adalah batu padas hitam produksi desa selat,dengan anggaran pembangunan sebesar Rp 144 juta rupiah yang tendernya dimenangkan oleh I Made Suparta pemborong asal Selat,dimana sebelumnya sudah didatangkan 3 pemborong oleh Mk.Manik untuk ikut melelang.

Pembongkaran candi dan tembok dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 10 dan 11 Mei 2025, sedangkan apit lawang dibongkar pada hari Anggara Kasih Medangsya bertepatan dengan Purnama Jiyesta sekaligus dilakukan mulang dasar yang dilaksanakan oleh Mangku Manik,sebagai pertanda dimulainya pembangunan. Peletakan batu pertama pada candi dilakukan oleh Jro Kt Wana Yasa klian dadia,sedangkan pada pelinggih apitlawang(Nandiswara) dilakukan oleh Sekretaris Mk.Md Lanus dan pelinggih Mahakala dilakukan oleh Bendahara I Made Juliarta,dilanjutkan oleh krama dadia masing masing.

I Ketut Wana Yasa selaku klian dadia, disela sela acara mulang dasar menjelaskan,bahwa pembangunan ini sudah direncanakan cukup lama,mengingat kondisi bangunan sudah tua dan beberapa sisi candi sudah retak dimakan usia,rencana awal kami restorasi(disusun ulang) namun untuk mencari tukangnya tidak ada yang sanggup,maka keputusan krama dipugar saja disesuaikan dengan bangunan yang ada tetapi dengan bahan batu padas. Untuk sumber dana kami sudah membuat proposal kepada salah satu anggota dewan provinsi Bu Kadek Darmini,beliau menjanjikan namun sampai saat ini belum cair, semoga segera direalisasikan janjinya. Sementara dari warga ayahan tanah(16) dikenakan iuran masing masing 4,5 juta sedangkan anggota dadia (50) masaing-masing 500 ribu sehingga terkumpul dana kurang lebih Rp.97.000.000.kekurangannya diambil dari kas termasuk bantuan Bu Kadek Darmini tempo hari 20 juta serta diharapkan krama dadia yang mampu agar maturan dana punia terutama  teman teman yang sudah memiliki usaha lebih agar maturan kehadapan Ida Bhetara sesuhunan atau Bhetara Kawitan. Krama sangat antusias ngayah melakukan pembongkaran bangunan sehingga dalam waktu singkat dapat diselesaikan dengan baik,itulah wujud bakti kepada leluhur,ujar jero klian. Dalam rapat rutin pada Anggarakasih Medangsya juga disampaikan agenda pemlaspasan tanggal 10 Juli 2025 pada hari Wraspati Pon Uye,Purnama Kasa dan 22 Juli 2025 Anggarakasih Prangbakat dilaksanakan Piodalan Ida Bhetara kalau tidak ada halangan. Sedangkan agenda mendesak adalah Tumpek Krulut tanggal 7 Juni 2025 dilakukan Pekeling saja karena lingkungan masih dalam proses pembangunan.(manixs)  

Rapat Sosialisasi program kerja oleh Klian Dadia
Candi sebelum dipugar dan tidak ada apit surang
Pemborong memngitung jarak candi apit surang

Suasana pembongkaran bangunan candi hingga pondasinya

Istirahat sejenak

                                                         Segera akan diadakan pecaruan

Mk.Manik sedang melakukan proses ritualisasi mecaru dan mendem dasar

Klian melakukan peletakan batu pertama pada candi bentar.

Bendara melakukan peletakan batu pertama pada pelinggih Mahakala(apit lawang tengen)

Sekretaris melakukan peletakan pertama pada pelinggih Nandiswara/apitlawang kiwa.

Mk.Manik memantau krama saat mendem dasar

FOTO ANEH,
Tampak sinar tajam dari akasa ke pertiwi,semoga ini pertanda sinar suci beliau
menganugrahkan kerukunan,kerahayuan dan keselamatan serta kesejahtraan bagi umatNya.
Beberapa dokumen film dalam keseruan Ngayah



Prosesi saat ngingsirang dan mendem dasar.