Sabtu, 01 Juni 2024

MEPENAURAN DI DALEM PURI

Mepenauran adalah sebuah acara persembahan atau pembayaran hutang melalui yadnya/banten  orang yang sudah meninggal atau sudah menjadi Dewa Hyang pada pura tertentu disebabkan kena hukuman oleh para dewa yang berwenang,karena semasa hidupnya melakukan kesalahan sehingga dihukum atau dipasung pada tempat tertentu. Untuk melepaskan hukuman itu perlu diadakan penauran/pembayaran yang dilakukan oleh pertisentananya ,sehingga roh leluhur itu terbebas dari hukuman. Sehubungan dengan hal tersebut Klian Dadia Pasek Gelgel Ibu Kanginan Jero Ketut Wana Yasa mengatakan,bahwa anggota dadia ibu banyak mendapat petunjuk ketika menunasan bahwa leluhur leluhur dadia ibu ada yang meayaban kena hukuman metegul meblagbag di Dalem Puri,namun tidak mendapat penanganan oleh keluarga yang bersangkutan dan karena beliau sudah melinggih di dadia,maka mau tak mau menjadi kewajiban bersama,dengan harapan dengan dilaksanakannya upacara ini kepanesan leluhur dapat dikurangi maka kerahayuan dadia semakin meningkat.Beryadnya kepada leluhur adalah karma mulia dan mereka yang tidak melakukan yadnya sebagai kewajiban kepada leluhurnya,maka leluhur tidak akan menganugrahkan kemakmuran dan kerahayuan. Untuk itu yadnya ini sangat penting dilakukan. Dan hari ini Buda Manis Prangbakat,29 Mei 2024 jam 10.00 kita lakukan penauran itu disini di Dalem Puri dengan banten bebangkit, caru manca sato dipuput oleh Ida pandita Mpu Dharma Yoga Semadi gria Pucaksari,Pesaban,sedangkan di Prajapati dan Tegal Penangsaran baktinya dandanan sayut 7 meguling bebek. Usai ngaturang bakti dilaksanakan persembahyangan.Ketika Ida Hyang Murwa daksina terjadi jeritan dari Mk.Warsi yang dari ibu sudah kelinggihan,sedangkan yang dirasuki oleh Dewa Hyang yang dibayari /ketaurin hari ini adalah  Ni Made Pandi sambil menangis yang mengatakan bahwa dirinya sangat sakit dan menderita di-blagbag di pura ini karena semasa hidupnya pernah melakukan kesalahan,bersyukur bahwa hari ini dibayar utangnya dan atas pembayaran ini, beliau merasa priutangan dengan pertisentana semua keluarga dadia ibu, karena sudah naurin utangnya. Usai murwa daksina di Jeroan dilanjutkan di Prajapati,di pohon beringin Made Pandi lebih histeris menangis karena ditempat inilah beliau di-blagbag dan meminta tolong untuk dilepaskan. Sedangkan Mk.Warsi dengan menunjuk nunjuk serati bibi Tresna agar ngayah dengan baik,Tresna mengatakan bahwa dirinya sudah ngayah dengan iklas dan baik baik bahkan sejak ngenteg linggihpun ia dengan iklas melakukannya. Acara selanjutnya dilakukan di Tegal penangsaran dan kembali ke pura sekitar jam 13.00 dipendak di pemedal pura,kemudian murwa daksina di paruman dan melinggih(manixs).

Hari Rabu Umanis Prangbakat,29 Mei 2024. Acara hari ini adalah Pitra Rnam dengan mengadakan penauran di Pura Dalem Puri Besakih,sekitar pukul 08.30 muspa ngaturang petangi di ibu Kawitan dan Hyang Dewa  akan diiring ke Dalem Puri,sekitar jam 10 mulai melaksanakan penauran dengan bakti bebangkit caru manca sato dipuput oleh Ida Pandita Mpu Dharma Yoga Semadi dengan prosesi seperti biasa diakhiri dengan ngentas sayut pepegat,setelah meguru piduka,lalu sembahyang kemudian murwa daksinaa,mepamit dan nangkil di Prajapati Dalem Puri,setelah itu lanjut di Tegal Penangsaran ngaturang bakti dan setelah selesai mepamit mantuk ke Dadia,lalu dipendak dengan meobor obor di jaba lanjut melinggih. katuran rayunan,pangan kinum,muspa hingga selesai. Sore hari sekitar jam 18.00 katuran penganyar hingga selesai.
 
Saat mepenauran di Dalem Puri

Koordinator seke gong remaja (I Wayan Rama)ngayah bleganjur

 
Ni Made Pandi saat kelinggihan

 
Mk.Warsi  kelinggihan saat membrefing klian dadia dan serati

DADIA PASEK GELGEL IBU KANGINAN GELAR PIODALAN

Keluarga Dadia Pasek Gelgel Ibu Kanginan Desa Adat Tegenan,Selasa,28 Mei 2024 kemarin menggelar piodalan di Pura setempat yang dipuput oleh Ida Pandita Mpu Dharma Yoga Semadi gria Pucaksari Pesaban yang sehari sebelumnya dilaksanakan acara meebat dari pagi hingga siang. Klian Dadia Jero Ketut Wana Yasa mengatakan rangkaian acara piodalan dimulai pukul 06.00 pagi diawali dengan melaksanakan upacara mesesapuh sarana banten dandanan sayut lima dan pecaruan satu ekor ayam brumbun dan dimasing masing pelinggih yang diadegang dilengkapi dengan masing masing banten pejati,sedangkan di Dukuh mulai distanakan di pewedan Ida Bhetara Dukuh. Usai ngaturang penyapuh dilanjutkan dengan nuur Ida Bhetara Sesuhunan,Bhetara Kawitan,Hyang Kewalunan,Kerihinan,Hyang Dewa atau Hyang Kompyang dan Hyang Nama beserta Bhetara Gurunya untuk dilaksanakan pemelastian di Tegal Suci dengan banten dandanan sayut 5,caru abrumbunan dan beberapa pejati dihaturkan di pura sekitar dengan nunas tirta di Klebutan grobogan sebagai petirtan Bhetara ring Besakih. Sekitar jam 09.30 katuran pemendak dan ketedunang Ida Bhetara untuk melinggih di Tapakan masing masing,belum selesai acara mendak sulinggih sudah datang dan sekitar jam 10.15 upacara piodalan dimulai dan selesai sekitar jam 12.00 yang diakhiri dengan acara pemuspaan bersama. Selanjutnya dilaksanakan acara pepintonan oleh beberapa keluarga yang memiliki,namun agenda sesungguhnya acara pepintonan dan ngaturang punagi adalah di sore hari jam 18.00 wita,ujar klian pura.

Sementara itu di sore hari jam 17.00 pemangku pura sudah melaksanakan acara penauran mulai melaksanakan acara sauh atur manumadi I Wayan Dirandra Artha Jaya di Ibu Kawitan dengan bakti dandanan sayut 7 beserta kelengkapannya,dilanjutkan dengan Ni Mk.Gunasih (Kusamba) ngaturang punagi pejati beserta sepasang ungkulan karena sakit,Ni Kadek Revi acara yang sama,Guru Wayan KAriana dan Jero Diahari nebus bekel,Mk Ketut Restu ngaturang sauh atur dandanana sayut 7 guling babi beserta sayut sayut dan kelengkapan lainnya. Kurang lebih 3,5 jam pelaksanaannya dan dilanjutkan dengan bakti penganyar dilengkapi merejang dan pependetan diakhiri dengan sembahyang bersama.(manixs)

 
Persiapan mebat

Prejuru sedang beremug

Mebatan

 
Ngayah

 
Teguh,Jana,Pt.Cina,Surya ngayah