Rabu, 31 Maret 2021

UNDAGAN PASEMETONAN ANAK BALI

Semeton Bali yening sekenang nguratiang undagane utawi tingkatane manut narawakya Ida Pedanda Gede Pemaron maosang, wenten kepah pahanipun minekadi :

1.Pyanak/Misan(pyanakne Paman+Bibi),Mindon(Pyanak misane Bapa+meme)

2.Meme+Bapa/Biyang+Aji/Paman+Bibi(semeton Meme+Bapa).Meme kelawan Bapa tuah rerama sane ngardi lan ngupepira iraga pinaka Pyanakipun,meme lan Bapa.

3.Dadong+Wayah/Nini+Pekak/Kakyang,nenten wenten tios wantah dane sane ngembasang lan ngupapira Bapa kelawan meme.

4.Kumpi dane sane mekardi Nini sareng Pekak

      5.Buyut dane sane ngembasang I Kumpi

2.     6.Kelab dane sane ngerupaka I Buyut

3.     7.Kelambiung/Klampyung dane sane ngewentenang I Kelab

4.     8.Krepek dane sane nurunang I Klampyung.

5.     9.Canggah ngawinang wenten I Krepek

6.    10.Wareng ngardi I Canggah

7.     11.Bungkar ngewetuang I Wareng

8.     12.Kelewaran Nurunang I Bngkar

        Aspunika indik undagang pasemetonan sane wenten ring Bali ,mogi wenten pikenohnyane (manixs)

a


LOUNCHING 'TAKSU'(TABUNGAN UNTUK SUKSESKAN UPACARA)

 Dadia Pasek Gelgel Ibu Kanginan,bertepatan dengan rahina Purnama Kedasa Icaka 1943,tanggal 28 Maret 2021 melounching program baru yaitu Tabungan Taksu kepanjangan dari Program "Tabungan untuk sukseskan Upacara" yang diselenggarakan di keluarga besar Dadia Ibu Kanginan.

Menurut penggagas ide Jero Mk.Manik Puspa Yoga sekaligus sebagai pemangku Betara Sesuhunan Dadia Ibu Kanginan mengungkapkan,sejatinya kegiatan ini sudah dirintis sejak tahun 1986 dimana waktu itu kliannya adalah Guru Km.Soeidji,jumlah anggota waktu itu 27 orang dan tidak begitu efektif 'petedunan'nya karena belum adanya aturan denda di organisasi. Sehingga melihat fakta tersebut, Mk.Manik yang waktu itu masih bujang dan belum terjun ke organisasi dadia,ia masuk kedalamnya dan memberikan gagasan membuat Awig dan atau peraturan organisasi dan gagasannya disepakati oleh warga dadia, sehingga mulai saat itu ketentuannya : bagi anggota yang tidak hadir dalam kegiatan rutin/sangkep dikenakan denda Rp.100,-(seratus rupiah) dan kena uang Simpanan Pokok Rp.1.000,- (seribu rupiah) untuk pembuatan Simpan Pinjam dikalangan keluarga besar Dadia Ibu Kanginan, termasuk diadakan Tabungan dengan memberikan hadiah yang diundi setiap Odalan di hari keduanya(Buda Umanis Prangbakat). Kegiatan tersebut cukup efektip memberi kontribusi bagi organisasi dan membantu anggota dalam pengelolaan usaha dan keuangannya.

Namun demikian kegiatan tersebut masih perlu ditingkartkan karena memberi dampak positif terhadap perekonomian anggota,maka dalam hal menabung menurut Mk.Manik perlu dintensifkan yang tujuannya adalah :

    1. Untuk pembelajaran dalam penggunaan dana,karena dengan wajib menabung akan membelajarkan diri untuk mengatur keuangan.dapat jualan hasil kebun jadi tersimpan,walau sedikit,lama lama akan menjadi banyak,akan bermanfaat untuk kepentingan hidup yang lebih besar.

    2. Dengan disiplin menabung akan menghemat dan menjaga liquiditas keuangan keluarga

    3. Konsep menabung KALAU ADA JANGAN DIMAKAN KALAU TIDAK ADA BARU DIMAKAN

    4. Mewujudkan rasa aman,karena dengan menabung kita punya simpanan dan ketika kena kewajiban berupa peturunan/iuran,dana punia,membeli bahan upkara banten dan lainnya,kita merasa aman karena sudah punya tabungan TAKSU. sehingga kita akan metaksu.

    5. Awal memang terasa repot,bahkan kadang jengkel dan terpaksa,kalau tidak diikuti tidak enak bahkan bisa-bisa menyalahkan penggagas. Tapi yakinlah kalau semeton disiplin,maka pada akhirnya akan merasakan nikmatnya dan akan berkata 'syukur' nantinya.

Selanjutnya untuk disiplin dalam pengelolaan(karena uang harus dikelalola dengan baik dan disiplin) Mk.Manik menyampaikan persyaratan Tabungan Taksu yaitu :

1. Setoran minimal Rp.5.000,-

2.Penyetoran Tabungan dapat dilakukan setiap ada acara/Pertemuan di Pura Dadia seperti sangkep Anggarakasih ,rahinan Purnama,rahinan dewa Hyang,Sugimanek,Buda Klion Ugu dll.

3.Tabungan bisa ditarik saat Anggara Kasih untuk bayar kredit di dadia,bayar peturunan,dana punia dll,dan atau bila sangat penting khusus untuk keperluan  pengobatan keluarga sakit, bisa di tarik setiap hari kerja di Koperasi Mekar Sari sebagai lembaga kerjasama Dadia Ibu Kanginan,semasih ada saldo,dengan pengendapan minimal Rp.5.000,-.

4. Tabunga akan mendapat bunga minimal saldo Rp.500.000,-(lima ratus ribu rupiah) dengan pengendapan penuh bulan bersangkutan,besaran bunga tergantung suku bunga yang berlaku.

5. Tabungan akan mendapatkan Nomor Undian setiap kelipatan Rp.50.000,-(lima puluh ribu rupiah) mendapat satu nomor undian dan akan diundi pada saat odalan di hari kedua(Buda Umanis).

6. Hadiah yang disediakan berupa alat-alat rumah tangga dan atau barang lainnya tergantung besaran tabungan yang dikelola,semakin besar total tabungan yang dikelola maka hadiah akan semakin besar sebagai motivasi untuk menabung.

7. Keuntungan tabungan akan digunakan untuk mendukung program kerja Dadia antara lain meningkatkan srada bakti kepada Leluhur(Parhyangan),Sesama(Pawongan) dan Lingkungan(Palemahan)

Dalam bidang Parhyangan dan Palemahan sudah berjalan dengan baik ,namun bidang peningkatan sumberdaya dan rasa wirang kepasekan(Pawongan) sangat perlu ditingkatkan. Untuk itu dalam waktu dekat akan dibedah tentang Bisama Kawitan dan akan di lounching buku Satwa Bawak Bakti Ring Kawitan,ujar Mk.Manik.

Dalam pertemuan Sangkep Anggara Kasih Prangbakat 30 Maret 2021, Klian Dadia I Ketut Wana,A.Md.Par yang juga Petajuh Bendesa sekaligus Manajer Koperasi Mekar Sari menegaskan bahwa program yang digagas Mk.Manik sangat besar manfaat yang sudah dirasakan,karena dengan adanya SP ini dirasakan sangat membantu warga dalam kebutuhan keuangan dan keuntungannya bisa digunakan untuk kegiatan upacara keagamaan seperti membeli 'celeng' dalam odalan dan terakhir  masing-masing dari 46 orang anggota mendapat bagian Rp.500.000,- untuk urunan pembelian sebarung Gong. ini luar biasa kontribusinya,untuk itu mari kita dukung bersama demi kesatuan dan persatuan dikalangan pasemetonan,kita satu warih tidak dan tak akan bisa lepas satu sama lainnya. Sekaligus pula atas nama keluarga kami ucapkan terimakasih pada Beli Mk. Manik, karena totalitas pengabdiannya untuk keluarga ini, dari sebelum menikah sampai sekarang,seperti sumbangan buku tabungan,penyuratan Bisama beraksara Bali,Pembuatan Buku bakti ring Kawitan dll. pungkasnya.(by.wullan/2021)

Minggu, 14 Maret 2021

DADIA IBU MENGHADAPI NEW NORMAL DENGAN PERKUAT BUDAYA

 Dadia Pasek Gelgel Ibu Kanginan Desa Adat Tegenan dalam menghadapi situasi Pandemi Covid 19 berusaha melakukan berbagai kegiatan sekala niskala, antara lain dengan nunas ica meyasa kerti melalui persembahyangan rutin setiap Purnama,Yasa Kerti khusus Covid 19 baik di Dadia maupun di Desa Adat. Menurut klian daadia I Ketut Wana Yasa,A.Md Par yang juga petajuh Bendesa Adat mengatakan,menghadapi kebrebehan gering agung ini(karena mendunia) pihaknya berusaha memberikan edukasi kepada krama setiap pertemuan rutin anggara kasih dengan menerapkan protokol kesehatan yang diimplementasikan dengan membuat tempat cuci tangan di pura,menyediakan handsanitaizer,memberikan bantuan vitamin dan obat penurun panas, yang didistribusikan oleh ST.Kumara Wangi keluarga dadia,sekaligus mendidik generasi muda peduli dan solid dalam pasemetonan. Kegiatan lainnya dalam hal meningkatkan rasa wirang dan panatisme kepasekan Mk.Manik sebagai pemangku pura bersama Mk Restu dan Mk Kt Kania memberikan pendalaman melalui sosialisasi sejarah Dadia,Pelinggih dan kegiatan keagamaan lainnya, seperti mencetakan kidung warga sari dengan mewajibkan semua pemedek ikut mewargasari saat berlangsungnya upacara.

Dalam peningkatan budaya,Mk.Manik juga menggagas pembelian gong barungan dengan mekanisme urunan ayahan,dana punia dan peturunan anggota diambil melalui kas. hal tersebut mendapat persetujuan yang cukup antusias dari krama,karena misinya disamping meningkatkan ketrampilan budaya nabuh, misi utamanya adalah mendidik generasi muda untuk benar-benar melaksanakan ajaran agama dan paham secara tattwa dan panatik terhadap kepasekan, untuk mengikis mainset beragama secara seremonial yang selama ini terjadi,artinya datang tedun/sembahyang ke pura hanya karena kewa-jiban organisasi dadia, bukan karena kesadaran dirinya menghadap ke leluhur/kawitan/ibu kawitan. sebagai contoh kalau disuruh ngayah(dengan kesadaran) banyak yang tidak hadir,kalau ke pura ada sampah berserakan hanya sedikit orang yang punya inisiatif mengambil sapu untuk mereresik,kenapa demikian ? karena masih beragama seremonial.

Kedepan marilah kita sadar bahwa kita datang kepura untuk menyerahkan diri berpasrah mempersem-bahkan bakti dengan segala bentuk yadnya yang kita mampu(yadnya tidak hanya banten tetapi,persem-bahan tenaga pikiran juga yadnya). Karena antusias membeli sebarung gong dengan harga Rp.170.100.000, krama semangat mepunia sesuai kemampuannya hingga terkumpul Rp.34.900.000,- Peturunan masing-masing ayahan Rp.6.000.000,-x 16 = Rp.96.000.000,- dan sisanya diambil dari kas @.500.000x46= Rp.23.000.000 serta kekurangannya rencana di kredit di Koperasi Mekar Sari diberikan bunga spesial.

Gong rencananya datang pada hari raya kuningan 24 April dan diplaspas pada rahina Tumpek Krulut 29 Mei 2021,astungkara memargi antar.(manixs)