Senin, 12 Mei 2025

PURNAMA JIYESTA MULANG DASAR CANDI DAN APIT LAWANG

Dadia Pasek Gelgel Ibu Kanginan salah satu dadia di Desa Adat Tegenan yang memiliki tanah due ayahan dadia yang dulunya berjumlah 19 ayahan sejak 1958 berubah menjadi 16 ayahan karena dibawa sebagai pengempon  Dukuh delodan sebanyak tiga ayahan,walaupun demikian secara estafet kepemimpinan yang berkesinambungan mampu mewujudkan kaderisasi generasi dan peremajaan pembangunan.

Seperti pada tahun ini (2025), peremajaan pembangunan dilakukan pada pembangunan Candi,tembok, paduraksa,apit lawang dan pembangunan apit surang yang dikembalikan pada posisi awal,karena terakhir hanya ada luanan kecil dekat pelinggih Dewa Hyang,sehingga dalam peremajaan pembangunan kali ini dikembalikan pada tatanan awal yang dibangun oleh para leluhur. Motif pembangunan mengambil motif majapahitan menyesuaikan dengan tembok dan candi batu bata yang sudah terbangun sebelumnya,bedanya material yang digunakan adalah batu padas hitam produksi desa selat,dengan anggaran pembangunan sebesar Rp 144 juta rupiah yang tendernya dimenangkan oleh I Made Suparta pemborong asal Selat,dimana sebelumnya sudah didatangkan 3 pemborong oleh Mk.Manik untuk ikut melelang.

Pembongkaran candi dan tembok dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 10 dan 11 Mei 2025, sedangkan apit lawang dibongkar pada hari Anggara Kasih Medangsya bertepatan dengan Purnama Jiyesta sekaligus dilakukan mulang dasar yang dilaksanakan oleh Mangku Manik,sebagai pertanda dimulainya pembangunan. Peletakan batu pertama pada candi dilakukan oleh Jro Kt Wana Yasa klian dadia,sedangkan pada pelinggih apitlawang(Nandiswara) dilakukan oleh Sekretaris Mk.Md Lanus dan pelinggih Mahakala dilakukan oleh Bendahara I Made Juliarta,dilanjutkan oleh krama dadia masing masing.

I Ketut Wana Yasa selaku klian dadia, disela sela acara mulang dasar menjelaskan,bahwa pembangunan ini sudah direncanakan cukup lama,mengingat kondisi bangunan sudah tua dan beberapa sisi candi sudah retak dimakan usia,rencana awal kami restorasi(disusun ulang) namun untuk mencari tukangnya tidak ada yang sanggup,maka keputusan krama dipugar saja disesuaikan dengan bangunan yang ada tetapi dengan bahan batu padas. Untuk sumber dana kami sudah membuat proposal kepada salah satu anggota dewan provinsi Bu Kadek Darmini,beliau menjanjikan namun sampai saat ini belum cair, semoga segera direalisasikan janjinya. Sementara dari warga ayahan tanah(16) dikenakan iuran masing masing 4,5 juta sedangkan anggota dadia (50) masaing-masing 500 ribu sehingga terkumpul dana kurang lebih Rp.97.000.000.kekurangannya diambil dari kas termasuk bantuan Bu Kadek Darmini tempo hari 20 juta serta diharapkan krama dadia yang mampu agar maturan dana punia terutama  teman teman yang sudah memiliki usaha lebih agar maturan kehadapan Ida Bhetara sesuhunan atau Bhetara Kawitan. Krama sangat antusias ngayah melakukan pembongkaran bangunan sehingga dalam waktu singkat dapat diselesaikan dengan baik,itulah wujud bakti kepada leluhur,ujar jero klian. Dalam rapat rutin pada Anggarakasih Medangsya juga disampaikan agenda pemlaspasan tanggal 10 Juli 2025 pada hari Wraspati Pon Uye,Purnama Kasa dan 22 Juli 2025 Anggarakasih Prangbakat dilaksanakan Piodalan Ida Bhetara kalau tidak ada halangan. Sedangkan agenda mendesak adalah Tumpek Krulut tanggal 7 Juni 2025 dilakukan Pekeling saja karena lingkungan masih dalam proses pembangunan.(manixs)  

Rapat Sosialisasi program kerja oleh Klian Dadia
Candi sebelum dipugar dan tidak ada apit surang
Pemborong memngitung jarak candi apit surang

Suasana pembongkaran bangunan candi hingga pondasinya

Istirahat sejenak

                                                         Segera akan diadakan pecaruan

Mk.Manik sedang melakukan proses ritualisasi mecaru dan mendem dasar

Klian melakukan peletakan batu pertama pada candi bentar.

Bendara melakukan peletakan batu pertama pada pelinggih Mahakala(apit lawang tengen)

Sekretaris melakukan peletakan pertama pada pelinggih Nandiswara/apitlawang kiwa.

Mk.Manik memantau krama saat mendem dasar

FOTO ANEH,
Tampak sinar tajam dari akasa ke pertiwi,semoga ini pertanda sinar suci beliau
menganugrahkan kerukunan,kerahayuan dan keselamatan serta kesejahtraan bagi umatNya.
Beberapa dokumen film dalam keseruan Ngayah



Prosesi saat ngingsirang dan mendem dasar.